Harap Tunggu

21 August 2021 / Admin Saatnya UMKM Lokal Menguasai Pasar

dinaskoperasiukm.kepriprov.go.id – Dua e-commerce yang beroperasi di Indonesia, Shopee dan Lazada, kini sudah menutup keran impor sejumlah klaster untuk memaksimalkan perkembangan UMKM lokal.

Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi UMKM. Adapun keuntungannya bagi UMKM local yaitu daya saing produk local lebih kompetitif, menghentikan predatory pricing (salah satu bentuk strategi yang dilakukan pelaku usaha dalam menjual produk dengan harga yang sangat rendah, yang bertujuan untuk menyingkirkan pelaku usaha pesaing dari pasar dan juga mencegah calon pesaing untuk masuk ke pasar yang sama), dan menciptakan lapangan kerja baru.

Adapun jenis produk impor yang ditutup akses penjualannya yaitu kerudung, atasan dan bawahan muslim, outerwear muslim, mukena, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, peralatan shalat, batik, dan kebaya untuk e-commerce Shopee. Sedangkan untuk e-commerce Lazada adalah tekstil dan fesyen, makanan dan minuman, serta kerajinan.

Penutupan yang dilakukan pihak Shopee dilakukan sejak 18 Mei 2021 ini melindungi produk UMKM fesyen muslim local, yang nilai perdagangannya mencapai Rp280 triliun per tahun dan industry batik senilai Rp4,9 triliun per tahun. Sedangkan pihak Lazada baru menerapkan kebijakan ini pada 3 Agustus 2021.

Dengan telah dilaksanakan kebijakan bagi dua e-commerce ini, semoga semakin banyak e-commerce lain yang mengikuti langkah strategis ini, sehingga UMKM Indonesia bisa lebih berkembang dengan kuat dan cepat! Dan hal ini diharapkan juga sebagai komitmen dari dua e-commerce tersebut dalam mendukung program pemerintah “UMKM Naik Kelas”. (Rara)

Dikutip dari laman Instagram @kemenkopukm